Pages

Wednesday, June 5, 2013

Penjualan Angsuran


Sobat, ni kmaren aku iseng2 nulis tentang penjualan angsuran, kbetulan aku tertarik trus aku post deh :)

Tapi nih agak berantakan dikit, maklum aku nulisnya di word dulu baru kucopas ke blog hehehe ntar bisa dirapiin sendiri kalo ada niat ngopi yah ;)



PENJUALAN ANGSURAN
Penjualan harta benda tak gerak, sering kali dilakukan berdasarkan pembayaran tangguhan, dimana pihak penjual menerima pembayaran pendahuluan dan sisanya dalam bentuk sederetan pembayaran selama beberapa tahun. Rencana pembayaran cicilan demikian telah digunakan secara luas oleh penjual harta benda gerak dan oleh orang-orang yang menjual jasa-jasa pribadi.
JAMINAN BAGI PIHAK PENJUAL
Dengan periode-periode penagihan, yang berkisar sampai 3 tahun atas penjualan harta benda tak gerak, pihak penjual biasanya berusaha melindungi diri dan memperoleh jaminan kalau pihak pembeli gagal untuk menyelesaikan pembayaran menurut kontrak. Apabila harta benda tak gerak atau harta benda gerak, maka risiko kerugian karena kegagalan pihak pembeli menyelesaikan kontrak dapat diperkecil dengan pemilikan kembali harta benda demikian. Kontrak penjualan, untuk menjamin pemilikan kembali harta benda dalam hal pihak pembeli tidak memenuhi kewajibannya, biasanya meliputi salah satu dari persetujuan yang berikut :
1.      Kontrak penjualan bersyarat
2.      Penyerahan hak atas harta benda yang terkena hak pegang atau hipotek
3.      Penyerahan hak kepada trustee (wali)
4.      Persetujuan Beli-Sewa
Kendati pihak penjual mampu memiliki kembali harta benda yang di maksud dalam hal kontrak tidak dibayaroleh pihak pembeli, namun kerugian-kerugian dalam menyelenggarakan kontrak-kontrak penjualan dengan cicilan dapat besar. Kontrak penjualan cicilan yang menyangkut persetujuan-persetujuan kredit yang longgar, dapat menarik banyak konsumen yang risiko kreditnya tinggi. Penjualan dengan dasar cicilan berarti pengeluaran biaya pembukuan dan penagihan terus menerus, dan dalam hal-hal tertentu, biaya pelayanan dan reparasi yang harus ditanggung oleh pihak penjual mungkin besar jumlahnya. Itulah factor-faktor yang harus dipertimbangkan oleh pihak penjualan dalam hal menetapkan kebijaksanaan penjualan cicilan.
            Dalam upaya untuk mengurangi atau menghindari pemilikan kembali, pihak penjual harus mempertimbangkan tindakan-tindakan pencegahan yang berikut :
1.      Uang muka yang ditetapkan harus cukup besar untuk menutup penurunan nilai suatu barang karena perubahannya dari barang “baru” menjadi barang “bekas”
2.      Periode-periode pembayaran cicilan antara tidak harus terlampau lama atau panjang, sebaiknya tiap bulan.
3.      Pembayaran-pembayaran cicilan berkala tidak harus melebihi penurunan nilai suatu barang yang terjadi antara pembayaran-pembayan berkala. Apabila nilai barang ini melebihi saldo kontrak yang belum dibayar, maka pihak pembeli segan untuk tidak memenuhi kontak.

METODE-METODE PENETAPAN LABA BRUTO PADA PENJUALAN CICILAN
          Ada dua pendekatan umum yang dapat diambil pada penetapan laba bruto atas penjualan cicilan:
1.      Laba bruto dapat dikaitkan dengan periode penjualan, atau
2.      Laba bruto dapat dikaitkan dengan periode penagihan per kas atas kontrak cicilan
Penetapan laba bruto dalam periode penjualan dapat dipandang sebagai transaksi dengan penanganan seperti penjualan biasa. Laba bruto dapat kita tetapkan pada saat penjulan, saat dimana barang-barang ditukarkan dengan tuntutan yang yuridis dapat dipaksakan kepada pelanggan atau konsumen. Hal ini dilakukan dengan mendebet perkiraan-perkiraan biaya yang bersangkutan dan dengan mengkredit sisihan-sisihan untuk biaya-biaya yang dapat diharapkan. Penetapan laba bruto atas penjualan cicilan dalam periode dimana penjualan terjadi ini relatife mudah diterapkan dan sehat dari sudut teori. 
Penetapan laba bruto dalam periode penagihan per kas dapat dipandang sebagai transaksi khusus dengan penanganan laba bruto dalam periode-periode penagihan piutang cicilan dilakukan dan bukan dalam periode-periode dimana piutang ini timbul. Arus uang kas kemudian menjadi criteria penetapan pendapatan. Pada penggunaan pendekatan ini, kita dapat menempuh beberapa prosedur alternatif. Kebijaksaan  penjualan cicilan yang harus ditempuh harus dipertimbangkan dengan seksama untuk memilih prosedur pengukuran pendapatan neto yang memuaskan.
Prosedur-prosedur penetapan laba bruto dalam periode-periode penagihan per kas ialah:
1.      Penagihan dipandang sebagai perolehan-kembali harga pokok
2.      Penagihan dipandang sebagai realisasi laba
3.      Penagihan dipandang sebagai perolehan-kembali harga pokok dan realisasi laba

METODE CICILAN
            Pada penggunaan metode cicilan, dalam perkiraan-perkiraan, selisih antara harga jual kontrak dan harga pokok penjualan dibukukan sebagai laba bruto tangguhan (laba bruto yang ditangguhkan). Saldo ini ditetapkan sebagai pendapatan, yang secara berkala membandingkan penagihan-penagihan uang kas terhadap harga jual. Pada tiap akhir periode, saldo laba bruto tangguhan yang masih terdapat dalam buku-buku sama dengan persentase laba bruto yang diperhitungkan atas saldo piutang cicilan pada tanggal itu.
            Penangguhan laba bruto pada dasarnya menyatakan penangguhan hasil penjualan yang disertai dengan penangguhan harga pokok penjualan yang berkaitan dengan penjualan demikian. Perlu ditegaskan bahwa pendapatan atas penjualan cicilan tidak bebas dari biaya; biaya tertentu akan terus membebani -  biaya-biaya pembukuan, penagihan dan pelayanan produk.
            Metode cicilan yang melaporkan laba bruto dapat digunakan untuk tujuan-tujuan pajak pendapatan oleh agen-agen penjual dalam harta benda gerak yang secara teratur melakukan penjualan dengan cicilan.

CONTOH 1
PT SENTANA, suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli harga tidak bergerak, menjual sebuah rumah kepada Tuan Hartono dengan harga Rp 2.500.000. Harga pokok rumah itu menurut pembukuan PT SENTANA sebesar Rp 1.500.000. Beberapa ketentuan yang diatur di dalam kontrak penjualan, khususnya yang berhubungan dengan syarat pembayaran adalah sebagai berikut:
Pembayaran pertama (down payment) sebesar Rp 500.000. Untuk menjamin keamanan pemilikan rumah tersebut, PT SENTANA dan Tuan Hartono setuju untuk menghipotikkan rumah tersebut dari Tuan Hartono kepada PT SENTANA sebesar Rp 2.000.000. Akte hipotik ditanda-tangani pada tanggal 1 September 2010, dibayar dalam jangka waktu 5 tahun dengan pembayaran tiap ½ tahun @ Rp 200.000. Bunga hipotik sebesar 12% setahun untuk sisa pinjaman hipotik yang belum dibayar. Komisi dan biaya – biaya lainnya guna menyelesaikan akte hipotik sejumlah Rp 50.000 telah dibayar tunai oleh PT SENTANA. Angsuran Pokok dan bunga hipotik untuk pertama kali baru akan dilakukan tahun 2011.
Jurnal – jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi – transaksi tersebut pada tahun 2010 dan 2011 dalam buku – buku PT SENTANA menurut kedua metode tersebut adalah sebagai berikut:
Penjualan Angsuran untuk Barang – barang tak Bergerak
Transaksi-transaksi
Jurnal
Laba diakui pada periode penjualan
Laba diakui secara proporsional dengan jumlah penerimaan angsuran
1 September 2010
1)   Dijual sebuah rumah dengan harga Rp 2.500.000 harga pokok rumah sebesar Rp 1.500.000
Piutang
(Tuan Hartono)  2.500.000
Rumah                      1.500.000
Laba penj. Rumah    2.000.000
Piutang
(Tuan Hartono)     2.500.000
Rumah                      1.500.000
Laba Kotor yang      2.000.000
Belum direalisasi   
2)   Penerimaan pembayaran pertama sebesar 500.000 dan hipotik U/K untuk saldo yang belum dibayar sebesar Rp 2.000.000


Kas                       500.000
Hipotik U/K      2.000.000
Piutang                     2.500.000                 


Kas                          500.000
Hipotik U/K         2.000.000
Piutang                     2.500.000
3)   Pembayaran biaya-biaya komisi dan pengurusan akte hipotik Rp 50.000
Ongkos penj.            50.000
       Kas                         50.000                           
Ongkos Penj.           50.000
        Kas                        50.000
4)   31 desember 2010
a)      bunga yang masih harus diterima untuk hipotik u/k 12% untuk jangka waktu 4bulan = 4/12 x 12% x 2.000.000= 80.000
b)      Laba kotor yang direalisasi 1.000.0002.500.000x100%=40%
Penerimaan kas tahun 2010 Rp 500.000 jadi laba kotor yang direalisasi 40%X500.000= 200.000
Bunga hipotik yang
Akan diterima          80.000
Pendapatan bunga        80.000                 







Bunga hipotik yang
Akan diterima           80.000
Pendapatan bunga         80.000






Laba kotor yang
Belum direalisasi 200.000
Realisasi laba kotor    200.000

5)   Menutup rekening-rekening nominal ke laba-rugi
Laba penjualan
Rumah                  1.000.000
Pend. Bunga              80.000
  Ongkos penj.               50.000
  Rugi-laba               1.030.000                                             
Realisasi laba kotor  200.000
Pend. Bunga               80.000
 Ongkos penj.                50.000
Rugi-laba                    230.000
6)   1 januari 2011
Reversal entries untuk bunga yang akan diterima  pada akhir 2010



Pend. Bunga            80.000
 Bunga hipotik
Yang akan diterima      80.000


Pend. Bunga            80.000
Bunga hipotik
Yang akan diterima       80.000
7)   1 maret 2010
Diterima pembayaran angsuran hipotik sebesar Rp 200.000 dan bunga hipotik sebesar Rp 120.000
kas                    320.000
  Hipotik U/K           200.000
  Pend. Bunga          120.000
kas                    320.000
  Hipotik U/K           200.000
  Pend. Bunga          120.000
8)   1 September 2011
Diterima pembayaran angsuran Rp 200.000 dan bunga dari pokok hipotik Rp 1.800.000 @ 12% untuk jangka waktu 6 bulan = Rp 108.000
Kas                      308.000
   Hipotik U/K          200.000
   Pend. Bunga          108.000
Kas                      308.000
   Hipotik U/K          200.000
   Pend. Bunga          108.000
9)   31 Desember 2011
a)      Adjustment bunga hipotik dari pokok Rp 1.600.00 @ 12% untuk jangka waktu 4 bulan = Rp64.000.000
b)      Laba kotor yang direalisasi sebesar 40% dari pembayaran angsuran yang diterima tahun 2011sebesar Rp 400.000 dan Rp 160.000
Bunga hipotik yang
Akan diterima      64.000
   Pend. Bunga             64.000
Bunga hipotik yang
Akan diterima      64.000
   Pend. Bunga             64.000



Laba kotor yang
Belum direalisir      160.000
Realisasi laba kotor     160.000
10)        Menutup rekening-rekening nominal ke rugi - laba
Pend. Bunga        212.000
 Rugi-laba                   212.000
Pend. Bunga       212.000
Realisasi laba kotor 160.000
     Rugi-laba               372.000



CONTOH 2
PT Karya Bhakti menjual barang dagangannya sebagian atas dasar kontrak penjualan angsuran untuk masa ± 3 tahun disamping penjualan secara kredit, sejak beberapa tahun terakhir. Berikut ini neraca PT Karya Bhakti pada akhir tahun buku 2010.

PT KARYA BHAKTI, MEDAN
Neraca, per 31 Desember 2010

Aktiva
Pasiva
Kas                                                       625.000
Piutang Dagang                                   100.000
Piutang penjualan angsuran 2009        300.000
Piutang Penjualan angsuran 2010         80.000
Persediaan barang-barang                   600.000

Aktiva tetap lainnya        1.175.000
Akumulasi penyusutan       380.000
                                                            795.000
Jumlah aktiva                                     2.500.00

Hutang dagang                                650.000
Wesel bayar                                     100.000
Laba kotor yang belum di-
Realisasi tahun 2009                          90.000
Laba kotor yang belum di-
Realisasi tahun 2010                          20.000
Modal saham                                  1.500.000
Laba yang ditahan                             140.000
Jumlah aktiva                                  2.500.000

                                                                                                                                             


Penjualan angsuran untuk barang – barang dagangan (barang – barang bergerak)
Transaksi - transaksi
Jurnal
1 Januari – 31 Desember 2011
1)      Penjualan
Tunai                                 1.000.000
Kredit                                   850.000
Angsuran                              600.000
Jumlah                                2.450.000


2)      Pembelian barang – barang secara kredit sebesar 2.500.000
3)      Penerimaan kas dari:
-          Piutang dagang                   800.000
-          Piutang penjualan angsuran
2011                                    300.000
2010                                    200.000
2009                                      60.000
Jumlah                              1.360.000
4)      Pengeluaran kas dan biaya – biaya
Pengeluaran kas untuk:
- pembayaran hutang dagang   100.000
Jumlah                                   2.450.000
-          Macam–macam biaya        405.000
Jlh penge. Kas                 2.855.000
 
-          biaya peny. Akt. Tetap        95.000
31 Desember 2011, tutup buku
5)      Mencatat harga pokok barang-barang yang dijual secara angsuran 390.000
6)      Menutup rekening-rekening penjualan angsuran dan harga pokoknya serta mencatat laba kotor penjualan selama tahun 2011 635%X600.000=210.000

7)      Mencatat realisasi laba kotor penjualan angsuran dalam tahun 2011:
Th. 2011 = 35% X 300.000 = 105.000
Th. 2010 = 35% X 200.000 =   60.000
Th.2009 =  35% X 60.000 =     15.000
 Jumlah                                    180.000

8)      Menutup persediaan awal barang dagangan pembelian barang-barang, potongan pembelian dan pengiriman barang-barang yang dijual denagn perjanjian angsuran kerekening rugi-laba

9)      Mencatat persediaan akhir barang dgangan, sesuai dengan stok opname pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar harga pokok 1.210.000

10)  Menutup saldo rekening regular ke rekening rugi-laba

11)  Menutup laba kotor yang direalisasi dari hasil penjualan angsuran tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya ke rekening rugi-laba

12)  Menutup rekening-rekening biaya usaha ke rekening rugi laba

13)  Mencatat taksiran pajak perseroan yang kan di bayar sebesar 20% X Laba sebelum dipotong PPS (20% x 130.000) = 26.000)

14)  Menutup rekening pajak perseroan ke rekening rugi laba

15)  Memindahkan laba bersih ke rekening laba yang ditahan

Kas                         1.000.000
Piutang dagang          850.000
    Penjualan                                1.850.000
Piutang penjualan
 Dan Angsuran
 tahun 2011                600.000
    Penj. Angsuran                            600.000
Pembelian                2.500.000
   Hutang dagang                           2.500.000
Kas                           1.360.000
   Piutang Dg.                                  800.000
   Piutang Penj. Angs 2011              300.000
   Piut. Penj. Angs. 2010                 200.000
   Piut. Penj. Angs 2009                    60.000


Hutang dagang         2.550.000
Macam Biaya              500.000
      Pot. Pembelian                         100.000
      Kas                                       2.850.000
      Akm. Peny. Akt. Tetap             95.000

                


Harga pokok penj. Angsuran 390.000
  Pengiriman Brg Pen Angsuran         390.000
Penj. Angsuran               600.000
    Harga Pokok Penj Angs                 390.000
    Laba kotor Penjualan
    Yang belum direalisasi 2011         210.000

Laba kotor Penj.Angsuran
Yang belum direalisasi 2011 105.000
Laba kotor Penj. Angsuran
Yang belum direalisasi 2010    60.000
Laba kotor Penj. Angsuran
Yang belum direalisasi 2009    15.000
  Realisasi Penj. Angsuran                  180.000
 Rugi-laba                         2.610.000
Pengiriman barang-barang
Penj. Angsuran                    390.000
Pot. Pembelian                 100.000
    Persediaan Brg dagang
    (per 1-1-2011)                              600.000
   Pembelian                                     2.500.000           
Persediaaan brg dagang
(per 31-12-2011)               1.210.000
     Rugi-laba                                       1.210.000


Penjualan                         1.850.000
         Rugi-laba                               1.850.000

Realisasi laba kotor
Penj. Angsuran               180.000
      Rugi-laba                               180.000


Rugi-laba                  500.000
    Macam biaya usaha           500.000

Pajak perseroan               26.000
   Taksiran Utang PPS                    26.000



Rugi-laba                26.000
         Pajak perseroan                 26.000

Rugi-laba                        104.000
      Laba yang ditahan                 104.000


Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 
-->